tempat wisata favorit di bandung

Tempat Wisata Favorit di Bandung – Kawah Putih Ciwidey

Posted on
Spread the love

Tempat wisata favorit di Bandung – Bandung, memiliki sejuta pesona yang begitu indah. Perpaduan budaya serta eksotisme kota kembang ini layak mendapat pujian dari seluruh masyarakat Indonesia. Selain terkenal dengan warganya yang ramah-ramah dan ragam kulinernya yang sangat lezat, Bandung juga memiliki keindahan tersembunyi yang telah diakui bayak orang.

Kawah Putih, anda tentunya sangat mengenal tempat yang satu ini bukan ?. Ya, setiap orang yang tahu akan Bandung pasti familiar dengan tempat wisata alam di bandung yang satu ini. Hamparan kawah putih dengan bau khas belerang, membuat tempat ini begitu memikat. Sehingga tak heran banyak wisatawan yang selalu berdatangan ke tempat tersebut.

Selain dapat menyaksikan keindahan Kawah Putih, para pengunjung juga dapat mengabadikan momen-momen indah di tempat tersebut. Tidak ada yang tidak indah, hampir setiap sudut Kawah Putih terlihat indah untuk background berfoto.

Kawah putih sekarang menjadi salah satu tempat wisata favorit di bandung. Sesuai dengan namanya kawah yang terbentuk pada danau tersebut  adalah akibat dari letusan Gunung Patuha sekitar abad ke 10 lalu. Kawah tersebut memiliki wara air putih layaknya salju. Dahulu kala, masyarakat setempat menyebut area gunung Patuha sebagai gunung yang angker termasuk kawasan kawah putih, pasal banyak sekali burung yang mati tanpa alasan di area puncak bukit.

Sejarah Asal mula “Kawah Putih” Ciwidey

tempat wisata di bandung dan sekitarnya

Kawah putih yang sering di datangi oleh para wisatawan sebenarnya merupakan kawah dari Gunung Patuha. Namun, orang-orang lebih mengenal kawah tersebut sebagai Kawah Putih Bandung karena memang kawah tersebut memiliki air putih bak salju.

Gunung Patuha  yang ada di kawasan Bandung Selatan dianggap oleh masyarakat sekitar kawasan Ciwidey sebagai gunung tertua di Bandung. Patuha nama gunug ini konon katanya berasal dari kata Pak Tua (Sepuh), oleh karena itu beberapa masyarakat Ciwidey juga menyebut gunung tersebut sebagai  Gunung Sepuh.

Kurang lebih satu abad berlalu, Puncak Gunung Patuha dikeramatkan oleh masyarakat sekitar dimana tidak seorangpun ada yang berani menginjakkan kaki di gunung tersebut. Oleh karena itulah keindahan serta keeksotisan dari lingkungan gunung tidak diketahui oleh banyak orang.

Singkat Cerita Kawah putih Ciwidey

Hingga akhirnya pada tahun 1837, seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809 – 1864) mengadakan ekspedisi ke wilayah  Bandung Selatan, namun ketika sampai di kawasan tersebut, Junghuhn tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan hanya suasana sunyi dan sepi.

Sepinya wilayah tersebut bahkan seolah tidak mengijinkan seekorpun serangga melintas, tak ada binatang ataupun orang yang melintasinya. Kemudian karena penasaran, Junghun bertanya kepada penduduk setempat tentang gunung Patuha. Dan menurut masyarakat setempat Gunung Patuha merupakan gunung angker dan telah dikeramatkan. Karena dianggap sebagai tempat bersemayamnya arwah para leluhur mereka serta pusat kerajaan gaib dari bangsa jin.

Karena itu, masyarakat beropini bahwa jika ada burung atau hewan yang lancang terbang melewati kawasan tersebut akan mati. Meskipun telah mendengar pendapat dari masyarakat, peranakan Belada tersebut tak percaya ia tetap melanjutkan ekspedisinya menyusuri kawasan Gunung Patuha. Dimana perjalanannya tersebut harus menembus rimbunnya hutan belantara.

Satu hal yang ingin ia buktikan yaitu penyebab gunung tersebut dianggap keramat. Dan misteri kematian burung-burung yang tiba-tiba saja mati jika melewati wilayah itu. Namun, perjalanannya berhenti  sebelum sampai di puncak gunung. Dia sangat terkesima melihat pemandangan indah yang terhampar dihadapannya.Ia menyaksikan keindahan pesona alam berupa hamparan danau yang cukup luas dengan cairan berwarna putih kehijauan.

Dari dalam danau tersebut nampak lava menyembur cantik disertai dengan bau belerang yang menyengat di hidung. Dari situlah Junghun tau alasan mengapa burung-burung mati secara tiba-tiba, karena burung-burung itu tak tahan (keracunan) bau belerang.

Sejarah panjang Kawah Putih

wisata favorit di bandung

Kawah Putih Ciwidey yang merupakan tempat wisata favorit di bandung juga mejadi saksi serta cikal bakal berdirinya pabrik belerang Kawah Putih di Bandung. Pabrik belerang tersebut dinamai  degan Zwavel Ontgining Kawah Putih oleh Belanda. Namun ketika Jepang berkuasa di Indonesia nama pabrik tersebut berubah menjadi Kawah Putih kenzanka Yokoya Ciwidey. Dimana pengerjaannya kemudian diawasi langsung oleh kemiliteran Jepang.

Kisah angker dan mistis Gunung Patuha serta Kawah Putih hingga detik ini pun masih terus bergulir menurun dari generasi ke generasi masyarakat setelahnya. Oleh karena itu jangan heran jika hingga saat ini masih banyak orang yang masih percaya dan yakin jika Gunung Patuha serta Kawah Putih merupakan tempat berkumpulnya para jin dan roh leluhur.

Kuncen Abah Karena yang  saat ini berusia kurag lebih sekitar 105 tahun. Yang bermukim di Kampung Pasir Hoe, Desa Sugih Mukti menyatakan bahwa di area kawah putih Ciwidey memang terdapat beberapa makam leluhur.  Yaitu makam Eyang Jaga Satru, Eyang Camat, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Ngabai, Eyang Baskom, Eyang Jambrong dan Eyang Barabak.

Menurut kepercayaan masyarakat Ciwidey hingga saat ini, terdapat salah satu puncak gunung Patuha yaitu Puncak Kapuk. Diyakini sebagai salah satu tempat sakral dimana para rapat leluhur yag dikepalai oleh Eyang Jaga Satru dilakukan.

Tidak sedikit masyarakat yang menyebarkan berita bahwa beberapa orang perah sesekali melihat (secara gaib) sekelompok  domba berbulu putih (domba lukutan) berkumpul dan itulah yang diyakini oleh masyarakat sebagai  jelmaan dari para leluhur.

Akses menuju Kawah Putih Ciwidey

kawah putih ciwidey

Berlokasi  di Jl. Raya Seorang Ciwidey yang berjarak sekitar 25 km dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akses menuju kawah putih Ciwidey sangat mudah untuk ditempuh karena jalurnya dapat dilewati oleh berbagai macam jenis transportasi.  Kendaraan umum ataupun pribadi, roda empat arau roda dua, bisa anda gunakan untuk mengunjungi wisata eksotis yang satu ini.

Ada banyak sekali rute jalan yang dapat diakses untuk pergi ke Kawah Putih. Bagi kalian yang hendak menuju Kawah Putih menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa mengambil jalur alternatif. Yaitu dengan melintasi tol Buah batu kemudian mengambil arah Bojongsoang , Dayeuhkolot  hingga Banjaran Soreang Ciwidey.

Tempat wisata kawah putih ini tergolong tempat wisata favorit di bandung yang murah. Karena untuk tarif masuk yang dibebankan pada para pengunjung adalah, wisatawan lokal Rp. 18.000,- da akan dikenai biaya lagi untuk transportasi ontang-anting (angkutan di kawah putih) sebesar Rp.15.000,.

Apabila anda ingin menggunakan kendaraan pribadi, maka  anda pengunjung lokal dikenai tarif Rp. 18.000,- da kemudian ditambah biaya parkir atas sebesar Rp. 150.000,-. Sedangkan untuk para turis manca Negara, biaya tiket masuk yang harus dibayarkan adalah sekitar Rp. 50.000,- dan bisa juga ditambah biaya untuk beberapa fasilitas lain yang diinginkan seperti naik ontang-anting.

Franz Wilhem Junghuhn mungkin kini telah tiada. Namun, nama serta penemuannya yang sangat luar biasa menakjubkan Kawah Putih hingga kini masih terus dikagumi oleh banyak orang dan termasuk salah satu tempat wisata favorit di Bandung. Well..Tidakkah anda tertarik berpelesir ke Kawah Putih Ciwidey yang merupakan tempat wisata favorit di Bandug ? Ayo tunggu apa lagi, saksikan keindahan Kawah berair putih kehijauan dengan bau khas belerang tersebut sekarang juga !

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *